Rabu, 05 Maret 2008
Selasa, 04 Maret 2008
KoNsEp KeAdiLaN & kEtiDaKaDiLaN
Why? Itu pertanyaan yang selalu ada di kepala saya, ”Kenapa
begini? Kenapa begitu?”.
Di jalan, ada seorang perempuan dengan menggendong anak mengemis dari satu mobil ke mobil yang lain, panas terik, terkadang dingin hujan tak dihiraukan. Orang tua tidur di pinggir jalan seorang diri, yang idealnya masa tua dihabiskan bersama cucu. Mereka harus benar-benar “berjuang untuk hidup”. Sementara di kantor-kantor, banyak orang yang gak perlu terlalu ngoyo berjuang, dapat gaji banyak. Banyak yang buang-buang makanan, pesta pora sampai perut sakit, namun ada juga yang meninggal karena kelaparan, atau bayi/balita menderita gizi buruk. Why??
Kalo saya memandang semua itu sebagai suatu ketidakadilan hidup. Saya sering marah pada diri sendiri jika melihat orang-orang yang diberi kemudahan hidup, kurang menghargai hidup. (Apa lagi maksudnya nich………..) Adilnya kan yang bekerja keras, dia yang mendapat hasil banyak, yang kerjanya males-malesan ya hidupnya gitu-gitu aja. Yang punya berlebih, diberikan sebagian untuk yang kurang. Harusnya……….
Kalo saya memandang semua itu sebagai suatu ketidakadilan hidup. Saya sering marah pada diri sendiri jika melihat orang-orang yang diberi kemudahan hidup, kurang menghargai hidup. (Apa lagi maksudnya nich………..) Adilnya kan yang bekerja keras, dia yang mendapat hasil banyak, yang kerjanya males-malesan ya hidupnya gitu-gitu aja. Yang punya berlebih, diberikan sebagian untuk yang kurang. Harusnya……….
Tapi mungkin itulah keadilan hidup (konsep keadilan yang masih belum nyampai di otak saya), ada yang diberi kelebihan dan kemudahan, supaya bisa memberi yang kekurangan. Ada kasus meninggal karena kelaparan, supaya masyarakat umum mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Mungkin mereka yang dicoba dengan kesusahan selama hidup pada akhirnya nanti akan mendapatkan kebahagiaan, mungkin tidak di dunia ini tapi di tempat yang jauh lebih indah dibandingkan dunia. Wallahu’alam. Mungkin itulah keadilan.
Langganan:
Komentar (Atom)
