Senin, 09 Juni 2008

Hydrocephalus

Saya bukan dokter maupun orang yang bergerak di bidang kesehatan, namun saya mulai concern ma hydrocephalus kira-kira sebulan lalu saat saya secara "live" melihat seorang balita penderita hydrocephalus digendong ibunya di halaman parkir sebuah rumah sakit swasta di Solo. Betapa pedih hati saya ketika mengetahui ternyata balita tersebut sudah sejak bayi menderita dan baru saat ini (umur sekarang 1,5 tahun) atau mungkin beberapa tahun yang lalu dia dibawa ke rumah sakit. Sudah terlambat, hanya itu yang bisa dikatakan oleh dokter or suster yang merawatnya. Padahal sebenarnya jika para orang tua mau mencari informasi dengan lebih luas lagi, ada sebuah yayasan yang bekerja sama dengan RS Elisabeth di Semarang yang menggratiskan biaya operasi dll untuk pasien hydrocephalus.
Hydrocephalus sendiri adalah pelebaran rongga cairan dalam otak yang disebabkan gangguan aliran (penyumbatan) dan atau gangguan penyerapan cairan. Selama ini diyakini faktor kekurangan gizi ibu selama hamil, konsumsi obat-obatan tertentu, serta virus toksoplasma dan cetomegalopus menjadi penyebab penyakit hydrocephalus. Untuk penanganannya, pada kepala penderita dipasang alat semacam selang kecil untuk mengalirkan cairan dari jaringan otak ke rongga perut. Keterlambatan penanganan akan mengakibatkan cacat menetap pada otak, yang selanjutnya membuat anak mengalami retardasi mental dan gangguan psikososial.