Kamis, 06 Desember 2007

BERBURUK SANGKA

Di Atlantic City – US, seorang wanita kulit putih memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Dia bermaksud makan malam bersama suaminya. Namun sebelum itu dia hendak menyimpan sekeranjang koin itu di kamar mereka. Untuk itu dia lalu menuju lift. Waktu dia masuk lift sudah ada dua orang hitam di dalamnya, salah satunya sangat besar... besar sekali.
Wanita itu terpaku sejenak. Dia berfikir : ”Dua orang ini akan merampok saya”. Tapi pikirannya yang lain berkata :”Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah”. Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Dia berdiri dan memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu. Dia berharap kedua orang hitam itu tidak dapat membaca pikirannya. Untuk menghindari kontak mata, dia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup.
Sedetik... dua detik... dan seterusnya. Ketakutannya bertambah. Lift tidak bergerak. Makin panik. ”Ya Tuhan, saya terperangkap, dan mereka akan segera merampok saya”. Jantungnya berdebar, keringat mulai bercucuran. Lalu salah satu dari dua orang hitam itu berkata :”Hit the floor”. Saking paniknya, wanita itu memukul lantai lift dengan tangannya yang menyebabkan koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, “Ambil uang saya dan biarkan saya”.
Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan, “Ma’am, katakan Anda mau menuju lantai berapa, kami akan menekan tombolnya”. Pria tersebut agak sulit mengucapkan kata-katanya karena menahan untuk tidak tertawa. Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Mereka pun lalu menolong wanita tersebut berdiri. ”Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk menonjok lantai lift”, kata yang bertubuh sedang, sambil merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir :”Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus minta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampok saya”. Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu dan memasukkannya ke dalam keranjangnya. Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya, karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam. Dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift. Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam. Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamarnya. Dan di setiap kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang seratus dolar. Di kartunya tertulis : ”Terimakasih atas tawa terbaik yang kita pernah lakukan selama ini”. Tertanda : Eddie Murphy, Michael Jordan.

Sumber : Buku Character Building II, Relasi dengan Sesama, oleh Antonius Atosokhi Gea, S.Th. MM, dll.

Tidak ada komentar: