Selasa, 26 Agustus 2008
Cerita Bersambung
Minggu, 24 Agustus 2008
Days of Our Life
Senin, 09 Juni 2008
Hydrocephalus
Senin, 05 Mei 2008
Burger Bantet
Rabu, 09 April 2008
Kebersamaan Semu
Menurut saya, seharusnya kebersamaan itu tumbuh dengan sendirinya, dari dalam hati masing-masing, dengan keinginan dan kesadaran sendiri. Gak perlu dipaksa, disuruh atau diatur. Kebersamaan yang baik tumbuh dengan dasar keikhlasan, kalo karena paksaan.......... mungkin itulah kebersamaan semu.........
Selasa, 04 Maret 2008
KoNsEp KeAdiLaN & kEtiDaKaDiLaN
Why? Itu pertanyaan yang selalu ada di kepala saya, ”Kenapa
begini? Kenapa begitu?”.
Kalo saya memandang semua itu sebagai suatu ketidakadilan hidup. Saya sering marah pada diri sendiri jika melihat orang-orang yang diberi kemudahan hidup, kurang menghargai hidup. (Apa lagi maksudnya nich………..) Adilnya kan yang bekerja keras, dia yang mendapat hasil banyak, yang kerjanya males-malesan ya hidupnya gitu-gitu aja. Yang punya berlebih, diberikan sebagian untuk yang kurang. Harusnya……….
Kamis, 28 Februari 2008
KaReNA BaKtEri sEtiTik, RuSaK SusU ForMuLa
Gonjang-ganjing masalah per-SUSU-an lagi marak di TV-TV, koran-koran & radio-radio. Gak ketinggalan ibu-ibu ”gosipers” rame menganalisa masalah ini dimanapun, kapanpun dan ama siapapun, bahkan sama abang tukang sayur, abang tukang bakso, dan abang-abang yang di mobil kijang (lho......... kok jadi iklan). Saya pun gak kalah rame begitu mendengar isu ini, apalagi anak saya yang sekarang usianya 9 bulan, demen banget ngenyot susu formula (soalnya yang asli dah gak bisa dikenyot sich....... hihi......). Tiap muncul berita itu di TV atau radio langsung saya pasang telinga lebar-lebar, berita di koran saya bolak-balik sampai lecek, saya pun mencari berita-berita dari internet mengenai masalah susu-menyusu ini.
Masalah ini emang agak rawan mengingat yang jadi obyeknya adalah buah hati kita yang masih bayi dan balita. Dan sepertinya pemerintah belum menyikapinya dengan serius. Sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari pemerintah lewat Badan POM tentang merk-merk susu apa aja yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii itu, bahkan belum juga dilakukan penarikan produk susu formula yang ditengarai tercemar bakteri, dari pasaran. Malah kalo analisis saya (ya maaf ya kalo gak sepaham, namanya juga analisis amatiran....) sepertinya pemerintah meragukan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti dari IPB tersebut. Lewat TV-TV, pemerintah cuma memberikan solusi untuk setidaknya mengurangi kemungkinan tumbuhnya bakteri dalam susu, yaitu dengan cara:
- Bakteri dapat bertahan hidup di suhu 60oC, jadi pergunakan air yang sudah dimasak di suhu lebih dari 70oC untuk membuat susu.
- Sterilkan peralatan-peralatan yang digunakan untuk bayi atau balita, seperti dot susu, tempat makan, sendok, dll.
- Buat susu hanya untuk keperluan satu kali minum habis. Jarak antara pembuatan atau penyiapan dengan pemberian susu ke bayi jangan terlalu lama.
- Berikan ASI Eksklusif untuk buah hati kita sampai usia 2 tahun atau setidaknya sampai usia 4 bulan.
Nha solusi yang terakhir ini yang bikin saya agak pusing, lalu bagaimana nasib ibu-ibu yang bukan dikarenakan kemauannya tidak bisa memberikan ASI-nya, boro-boro eksklusif, ada baby yang dari lahir gak bisa ngerasaian enaknya ngenyot susu asli. Trus gimana dengan mereka? Pastilah mereka sangat tergantung dengan susu formula. Masak iya sich, kita harus back to basic, pake air tajin dan gula merah.
Kalo udah gini, dipikir-pikir lebih baik balik ke jaman dulu aja ya, gak ada mall adanya cuma pasar tradisional tapi harga cabai merah keriting gak semahal sekarang, jaman dulu gak ada susu formula, bayi dan balita minum air tajin dan gula merah bisa tumbuh sehat sesehat bapak dan ibu saya yang udah 60 tahun. Bukan mengecilkan kegunaan air tajin (sebenarnya air tajin banyak juga lho manfaatnya……. Kapan-kapan kita bahas khusus mengenai air tajin), tapi apa iya kita harus balik lagi ke belakang, padahal harusnya kita maju terus ke depan.
Pemerintah, ayo dong…….. redakan gejolak hati kami para ibu yang resah karena masalah susu ini. Kasihan anak-anak yang tak berdosa, generasi penerus bangsa...........
Selasa, 26 Februari 2008
Ibu dan anak
Kamis, 06 Desember 2007
BERBURUK SANGKA
Wanita itu terpaku sejenak. Dia berfikir : ”Dua orang ini akan merampok saya”. Tapi pikirannya yang lain berkata :”Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah”. Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Dia berdiri dan memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu. Dia berharap kedua orang hitam itu tidak dapat membaca pikirannya. Untuk menghindari kontak mata, dia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup.
Sedetik... dua detik... dan seterusnya. Ketakutannya bertambah. Lift tidak bergerak. Makin panik. ”Ya Tuhan, saya terperangkap, dan mereka akan segera merampok saya”. Jantungnya berdebar, keringat mulai bercucuran. Lalu salah satu dari dua orang hitam itu berkata :”Hit the floor”. Saking paniknya, wanita itu memukul lantai lift dengan tangannya yang menyebabkan koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, “Ambil uang saya dan biarkan saya”.
Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan, “Ma’am, katakan Anda mau menuju lantai berapa, kami akan menekan tombolnya”. Pria tersebut agak sulit mengucapkan kata-katanya karena menahan untuk tidak tertawa. Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Mereka pun lalu menolong wanita tersebut berdiri. ”Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk menonjok lantai lift”, kata yang bertubuh sedang, sambil merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir :”Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus minta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampok saya”. Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu dan memasukkannya ke dalam keranjangnya. Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya, karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam. Dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift. Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam. Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamarnya. Dan di setiap kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang seratus dolar. Di kartunya tertulis : ”Terimakasih atas tawa terbaik yang kita pernah lakukan selama ini”. Tertanda : Eddie Murphy, Michael Jordan.
Sumber : Buku Character Building II, Relasi dengan Sesama, oleh Antonius Atosokhi Gea, S.Th. MM, dll.
Senin, 03 Desember 2007
Chicken Ketchup...... alias Ayam Kecap
- 1 kg ayam mati... ya... kalo gak mati, ntar lari-larian, hihi...
- 8 siung bawang merah, diiris tipis-tipis
- 6 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica bubuk
- garam secukupnya
- gula pasir sesuai selera
- mentega
- kecap manis
- 1/2 gelas air putih, kalo pake ayam kampung, tapi kalo ayam broiler/pedaging 1/4 gelas aja, udah empuk...
- penyedap rasa ayam, kalo dirasa perlu atau bawang putihnya agak dibanyakin, biar mak nyuuusss....
Cara membuatnya gampang buangeet...:
- Irisan bawang merah ditumis pake mentega.
- Bawang putih, garam dan merica di-'ulek' bareng-bareng, lalu dimasukkan ke dalam tumisan bawang merah.
- Agak harum, masukkan ayam dan diberi air, diamkan dulu hingga ayam jadi empuk.
- Tambahkan kecap, dan gula pasir.
- Biar bumbunya merasuk ke dalam daging ayam, tusuk-tusuk ayam dengan garpu sewaktu dimasak.
- Sebelum disajikan, dicicip dulu, kalo kurang rasa, bisa ditambah penyedap rasa.
- Biar tambah enak, goreng ayam yang udah mateng ma mentega. Pasti rasanya lebih sip.
- Terakhir, jangan lupa berikan komentar kalo udah nyoba mempraktekkan resep ini, kalo kurang enak, improve aja sendiri, hihihi.....
- Selamat mencoba...
Selasa, 27 November 2007
My first journal....
ternyata gak susah ya bikin blog....
mudah, murah, dan menarik....
Jadi kalo mau bercerita di internet, mending bikin blog gih...

